Travelling With Baby : Europe 2010 with 2 mo baby Part 1 (Pre Departure)

January 6th, 2012

Kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman bepergian dengan bayi yang saya alami bulan Mei-Juni 2010. Waktu itu saya bepergian bersama istri dan anak saya yang berusia 2 bulan. Tujuannya ke beberapa kota di Eropa.

Waktu itu saya dan istri belum pernah sekalipun pergi ke luar negri apalagi membawa bayi berumur 2 bulan. Jadi ya kebayang lah betapa bingungnya waktu itu, apa saja yang mesti disiapkan terutama kebutuhan si kecil. Jadi di tulisan ini mostly hanya akan menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan bepergian dengan bayi. Dua kali kami bepergian ke Eropa, yang pertama ketika anak saya usia 2 bulan, yang kedua ketika usia 14 bulan. Tulisan yang pertama ini tentang perjalanan pertama, jadi kondisinya anak saya masih asi eksklusif. Untuk perjalanan kedua sedikit lebih ribet karena anak saya sudah makan, dan sudah belajar jalan, jadi nggak bisa diem.

Ok, sekarang membahas sebelum berangkat, urus paspor, visa, tiket, asuransi, dll..

Karena saya dan anak saya bepergian untuk menemani istri saya yang sedang studi di Belanda, maka apply visa dilakukan ke kedutaan Belanda. Syarat-syaratnya tidak begitu sulit untuk dipenuhi, apalagi ada invitation letter dari universitas tempat istri saya studi untuk saya dan anak saya juga. Yang paling sulit justru mendapatkan foto anak saya dalam posisi yang bagus. Karena disyaratkan fotonya harus 75% muka, dengan posisi menghadap depan, background polos, dan tentu saja tidak dalam kondisi tidur. Oya, sebelum visa, kami mengurus dulu passport untuk anak saya. Ini tidak sulit, karena fotonya boleh dalam kondisi tidur.

Salah satu syarat apply visa adalah kami harus booking tiket dulu. Hal yang penting adalah jangan lupa minta baby basket/bassinet pada saat reservasi. Untuk penerbangan intercontinental pasti disediakan baby basket asal kita reservasi dulu. Dan pastikan seat yang direserve adalah seat yang memungkinkan dipasang baby basket. Karena di perjalanan saya yang kedua, saya baru nyadar kalau seat buat saya ternyata tidak bisa dipasang baby basket, jadi harus minta perubahan tempat duduk. Seperti ini posisi anak saya di baby basket

Syarat visa berikutnya adalah asuransi perjalanan. Problemnya, setelah mencari-cari, hanya ada satu asuransi perjalanan yang mencover anak dibawah 1 tahun, dan premi nya pun mahal, meski pelayanannya emang beda dengan yang biasanya. Nama asuransinya ASSIST C*RD.

Well, setelah visa beres, persiapan lainnya standard orang bepergian bawa anak. Bedanya hanya lebih banyak, karena tempat tujuannya jauh dan cukup lama.

Dilanjut di tulisan berikutnya ya…

Feed di Joomla Dengan Proxy

February 17th, 2009

Sekedar berbagi tips untuk yang ngoprek Joomla. Beberapa waktu lalu saya install Joomla 1.5 dan menemukan masalah kecil pada modul feed (mod_feed) bawaan Joomla 1.5. Masalahnya disebabkan karena saya menginstall Joomla di server yang berada dibalik proxy. Artinya untuk mengambil feed di internet harus melewati proxy tersebut.

Ada dua masalah yang saya temui akibat hal tersebut. Pertama pada saat login admin akan muncul “Error loading feed data” di bagian atas halaman admin. Kemudian ketika saya memasang feed display untuk menampilkan feed dari alamat http://www.detikinet.com/index.php/detik.feed akan muncul error

Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No such host is known. in ***\libraries\simplepie\simplepie.php on line 6601

Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: unable to connect to www.detikinet.com:80 (php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No such host is known. ) in ***\libraries\simplepie\simplepie.php on line 6601

Cara mengatasinya adalah dengan sedikit mengedit file simplepie.php. Ganti baris berikut :

$fp = fsockopen($url_parts['host'], $url_parts['port'], $errno, $errstr, $timeout);

dengan

$fp = fsockopen(“[proxy address]“,[proxy port]);

Cara tersebut menyelesaikan masalah untuk proxy tanpa otentikasi. Untuk proxy yang menggunakan otentikasi, perlu ditambahkan user dan password otentikasi pada header yang dikirim.

Tambahkan baris berikut :

$out .= “Proxy-Authorization:Basic ” . base64_encode(“[user]:[password]“) . “\r\n”;

setelah baris

$out .= “User-Agent: $useragent\r\n”;

Kebetulan proxy yang digunakan di kantor saya tanpa otentikasi jadi tanpa menambahkan otentikasi, modul feed sudah berfungsi dengan baik untuk menampilkan feed dari internet.

Semoga bermanfaat.

Kaleidoskop “Rumahku”

January 16th, 2009

Pasang halaman di dunia maya pertama kali aku lakukan ketika awal jadi mahasiswa. Setiap mahasiswa di jurusanku diberi home directory di server dengan salah satu folder bisa diakses lewat http tapi tanpa dukungan database. Di situlah halaman web pertamaku muncul berkat tugas kuliah Pemrograman Web. Waktu itu halamannya bisa diakses di alamat : http://students.if.itb.ac.id/~if13009.

Setelah itu jaman awalnya blog. Nggak mau ketinggalan, aku ikut ngeblog di wordpress dengan halaman yang bisa diakses sampai sekarang di http://aulia.wordpress.com. Kayaknya waktu itu masih sedikit yang pakai wordpress soalnya bisa dapet nama itu..

Tahun ketiga kuliah setelah beberapa lama nyemplung di kegiatan ARC yang memberikan banyak pengalaman servering, akhirnya pengen juga punya web hosting yang bisa dimanage dengan bebas sekaligus bisa mainan domain. Karena home direktori di IF sangat tidak fleksibel dan di ARC ada mesin yang bisa dioprek plus ada promo domain murah dari qwords, nggak ada salahnya nyobain bikin web dengan domain sendiri. Mulai saat itu aku pakai domain aulia-ra.org dengan server di arc.itb.ac.id dan numpang naruh domain di NS1.itb.ac.id dan gtw.arc.itb.ac.id.

Domain aulia-ra.org kubeli karena ada promo domain .org seharga 20rb dari harga asli 80rb untuk tahun pertama dari qwords.com, perusahaan tetangganya ARC. Waktu itu promo segitu sudah bagus. Pengennya sih domainnya aulia.net tapi waktu itu sudah ada yang makai dan harganya juga mahal, maklum anak kos.

Setelah lulus kuliah, tepatnya November 2008 aku putuskan untuk migrasi hosting ke luar jaringan ITB. Dengan tetap mengusung domain aulia-ra.org, aku pindah hosting ke montirhost, perusahaan milik teman ARC. Proses migrasinya aku tulis disini. Sampai sekarang aulia-ra.org masih bisa diakses dengan hosting di montirhost.

Dua bulan lalu, iseng-iseng buka idwebhost trus liat-liat paketnya. Ada paket yang cukup menarik dengan harga affordable plus tersedia domain aulia.net yang lama diidam-idamkan. Kuputuskan untuk ambil paket itu. Karena kesibukan, baru sekarang sempat memigrasi aulia-ra.org ke aulia.net di hosting yang baru. Karena space di aulia.net lebih besar aku jadi bisa lebih banyak main-main disini. Yang sudah kulakukan adalah main-main feedwordpress untuk bikin blog agregator teladan03 yang bisa diakses di teladan03.aulia.net. Tapi masih belum selesai dan belum sempat ngelanjutin.

Jadi sekarang ada tiga web-ku. Yang utama di aulia.net, aulia.wordpress.com biarin aja tetap disana toh gratis. Kemudian aulia-ra.org akan tetap mengarah ke hosting di montirhost sampai kontraknya habis kemudian akan dipertimbangan apakah diperpanjang dan ditransfer ke idwebhost atau tidak.

Demikian sejarah “rumahku” di dunia maya sampai sekarang…

Migrasi Lagi…

January 16th, 2009

Kali ini migrasi server plus pindah domain juga…

Migrasi kemaren rada ribet soalnya wordpress di aulia-ra.org belum dilengkapi fasilitas export, jadi harus dipindah manual. Kalau sudah ada fasilitas export tinggal klik export, nanti dapet file XML lalu diimport di server yang baru.

Biar ilmunya tidak menguap dan siapa tau dibutuhkan suatu saat nanti proses migrasi aulia-ra.org ke aulia.net dengan server yang berbeda aku tulis dalam step-by-step berikut :

1. Install wordpress di server baru
2. Dump database wordpress di server yang lama.
3. Karena pindah nama domain maka jalankan perintah mysql berikut (dapet dari sini) :

UPDATE wp_options SET option_value =
replace(option_value, 'http://www.aulia.ra.org', 'http://www.aulia.net')
 WHERE option_name = 'home' OR option_name = 'siteurl';

UPDATE wp_posts SET guid =
replace(guid, 'http://www.aulia.ra.org', 'http://www.aulia.net');

UPDATE wp_posts SET post_content =
replace(post_content, 'http://www.aulia.ra.org', 'http://www.aulia.net');

4. copy folder wp_content dan file-file lepas yang diakses oleh blog (misalnya gambar yang kita masukkan di post) dari server lama ke server baru.

5. Pas pertama kali coba browsing ke web yang baru akan diminta untuk upgrade database.

6. Dan migrasi selesai. Tinggal tes apa ada broken link dan gambar yang tidak muncul.

Dirgahayu

August 14th, 2008

dir-ga-ha-yu a berumur panjang (biasanya ditujukan kpd negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia (Dikutip dari http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)

Belakangan dalam menyambut HUT kemerdekaan RI ke 63 banyak kita jumpai spanduk atau tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia” atau “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” atau sejenisnya. Merujuk pada arti kata dirgahayu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya kutip diawal, orang yang menulis “Dirgahayu Republik Indonesia” saya anggap mendoakan agar Republik Indonesia panjang umur, sedangkan yang menulis “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” berarti mendoakan agar Kemerdekaan Republik Indonesia panjang umur. Berbagai tulisan di media cetak maupun online membahas mengenai mana yang benar antara dua kalimat itu secara kaidah bahasa. Biarlah mereka yang ahli dibidang itu yang membahas masalah tersebut. Di tulisan ini saya ingin membandingkan umur negara kita sekarang ini dengan umur negara-negara yang pernah berjaya di dunia.

Berikut adalah umur beberapa negara yang pernah berjaya di dunia dari berbagai sumber:

  1. Roman Republic & Roman Empire : 984 tahun
  2. Mongol Empire : 162 tahun
  3. Umayyad Dynasty : 90 tahun
  4. Abbasid Dynasty : 508 tahun
  5. Majapahit : 207 tahun
  6. Sriwijaya : kurang lebih 1100 tahun
  7. Soviet Union : 69 tahun

Umur negara kita yang “baru” 63 tahun ini ternyata relatif masih muda. Bahkan kalau boleh dibilang belum mencapai masa kejayaannya. Negara-negara yang saya sebutkan diatas pernah mengalami masa kejayaan, hingga ketika masa kejayaannya mungkin tidak ada orang yang akan mengira bahwa negara mereka akan pecah atau bahkan musnah. Siapa yang menyangka ketika Mongol berhasil menguasai eropa timur hingga jepang dan cina, mereka akan menjadi negara yang relatif terpuruk sekarang ini. Dulu ketika Romawi mencapai wilayah terluasnya dibawah Kaisar Trajan, siapa yang mengira bahwa kerajaan mereka akan runtuh. Kemudian bagaimana dengan Indonesia 100 tahun kedepan?

Indonesia 100 tahun kedepan belum tentu masih ada. Di pundak rakyatnya lah eksistensi Indonesia digantungkan.

Selamat HUT Kemerdekaan RI ke 63.

Kalender Hijri : Akankah Menjadi Kalender Utama?

August 11th, 2008

It’s my opinion. Feel free to criticize..

Setiap awal ramadhan, umat islam selalu dicuri perhatiannya oleh penetapan tanggal 1 Ramadhan dan nanti penetapan tanggal 1 Syawal. Muhamadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada 1 September 2008 dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober 2008. Sementara pemerintah baru akan menetapkan 1 Ramadhan 1429 H pada sidang itsbat tanggal 31 Agustus 2008.

Saya tidak akan membahas mengenai penetapan tanggal dan metodenya karena saya bukan ahlinya. Hanya saya tergelitik untuk menanyakan akankah kalender Hijri bisa menyamai atau bahkan mengungguli popularitas kalender Gregorian yang selama ini dipakai secara resmi di negara kita. Saya teringat ucapan seseorang (saya lupa siapa orangnya) yang mengatakan bahwa sulit menjadikan kalender hijri sebagai kalender resmi dan utama negara kita apalagi kaitannya dengan dunia bisnis. Hal ini disebabkan sering terjadi perbedaan penetapan tanggal. Ketidakpastian mengenai tanggal ini akibatnya bisa fatal. Misalnya dalam hal tenggat waktu pembayaran. Atau perjanjian-perjanjian yang kaitannya dengan tanggal.

Menurut saya alasan itu cukup masuk akal. Lantas bagaimana dulu penerapan kalender hijri di zaman Rasulullah SAW dan para sahabat? Ada yang ingin melengkapi dan mengungkapkan pendapat?

Resensi : Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)

August 4th, 2008

Bumi Manusia adalah Buku Pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Buku ini adalah salah satu koleksi penulis. Koleksi penulis lainnya disini.

Roman Tetralogi Buru diawali dengan penuturan Minke yang mengambil peran utama, tentang kehidupannya di akhir abad 19. Minke, seorang priyayi Jawa yang berhasil menjadi siswa HBS, mencoba melepasan diri dari kejawaannya, dengan memandang Eropa sebagai acuan budaya dan ilmu pengetahuan. Hidup dengan diskriminasi yang sangat terhadap statusnya yang pribumi di antara orang-orang Indo maupun Totok (Eropa asli), Minke yang mengagungkan semboyan revolusi Perancis, mencoba menyuarakan pendapatnya melalui media tulis. Menggunakan nama pena Max Tollenaar, terinspirasi dari sang panutan Edward Douwes Dekker, Minke berhasil merebut perhatian para pejabat, kalangan terpelajar baik Totok maupun Indo. “Sayang, hanya pribumi…” adalah kalimat yang selalu dihadapinya saat berbicara dengan orang-orang yang berpandangan sempit, dan selalu dapat ditangkisnya pula dengan menunjukkan kemampuan dan kecerdasannya yang melebihi mereka.

Minke yang berjiwa Eropa, merasa menemukan ‘guru’nya saat bertemu Nyai Ontosoroh, wanita luar biasa, yang meskipun pribumi namun pribadi dan kecerdasannya melebihi wanita Eropa. Di sisi lain, Minke semakin ingin bebas dari segala aturan dalam keluarga Jawa-nya, emoh mengorbankan kebebasannya sebagai manusia yang memiliki harga diri dan hak untuk bebas berkembang. Kisah percintaannya dengan Annelies Mellema, Indo yang merasa pribumi tulen, putri Nyai Ontosoroh, membawanya menghadapi masalah pelik bertubi-tubi, menjajal kemampuan bertahannya menghadapi diskriminasi dan ketidakadilan yang diterimanya sebagai pribumi. Dalam roman ini, Minke, seorang priyayi, pribumi, belajar, dari Eropa yang menjadi kiblatnya, dari kehebatan seorang nyai, dari kebijaksanaan dan kerendah hatian Jean Marais –sahabat Perancisnya-, dari pergaulannya dengan orang Indo dan Totok, baik yang sejalan maupun memusuhinya.

Tokoh Minke digambarkan sebagai pemuda yang benar-benar berjiwa muda, masih berapi-api dan selalu ingin mencari kebebasan, menyuarakan apa yang menurutnya benar, menurutnya patut dipertahankan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Di satu sisi memang inilah karakter Minke yang kuat, seorang pribumi terpelajar yang lebih daripada Eropa. Namun dapat dilihat juga Minke sebagai orang yang egosentris, di mana dia hanya melihat kepentingannya, mengangkat apa yang jadi masalah dan tuntutannya saja, dan tidak melihat apa yang terjadi pada rakyat di sekitarnya, bangsanya sendiri. Di sinilah menariknya perkembangan pribadi Minke, yang dilanjutkan pada roman kedua, Anak Semua Bangsa.

Apa kata dunia???

July 28th, 2008

Hari gini masih kayak gini?? Apa kata dunia??

Mau daftar untuk bayar aja kok susah…

Menyambut Perjalanan Tahunan V

June 6th, 2008

Menyambut perjalanan akhir V yang Insya Allah dilaksanakan 21-22 Juni 2008 di Bandung dengan rute kemungkinan besar ke Gunung Burangrang, berikut sedikit cuplikan foto perjalanan-perjalanan sebelumnya…

klik disini

Selamat Jalan Guruku Ibu Sri Purwanti

December 12th, 2007

Innalillahi wainna ilaihi roji’un…

Telah meninggal dunia Ibu Sri Purwanti, dosen Teknik Informatika ITB pada hari senin 10 Desember 2007 kemarin, dan telah dimakamkan Selasa kemarin. Beliau meninggal setelah cukup lama menderita kanker. Bu Wanti pernah mengajar saya di kuliah Alpro, Strukdat, dan AI. Beliau juga sempat menjadi penguji proposal dan seminar tugas akhir saya. Sebenarnya beliau berniat menjadi penguji saya hingga akhir, namun karena sakit, penguji untuk prasidang dan sidang digantikan oleh Bu Ulfa. Di awal kuliah, saya melihat Bu Wanti sebagai seorang yang sangat tegas. Semakin lama saya kuliah di Informatika, saya semakin mengenal Bu Wanti sebagai orang yang sangat ramah dan perhatian.
Yang saya sangat sesalkan dari peristiwa ini adalah terlambatnya saya mengetahui kabar tersebut. Padahal rumah beliau tidak begitu jauh dari kontrakan saya. Senin sore saya sempat mendengar berita lelayu yang diumumkan di sebuah masjid di Cigadung, tapi saya tidak begitu jelas mendengar namanya. Selasa saya ke kampus tapi listrik mati jadi tidak bisa cek email, dan baru tahu kabar itu pagi ini.
Semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT,  semoga ilmu yang kita terima dari beliau mendatangkan kebaikan yang tidak putus sampai akhir zaman bagi beliau. Semoga dimudahkan segala urusan beliau di alam kubur maupun di hari akhir nanti.

Selamat jalan guruku Ibu Sri Purwanti.