Hands [catatan perjalanan stase luar kota]
Hands, bentuk jamak dari hand. Kalau di bahasa Indonesia artinya tangan ya.. Kalau hands diartikan tangan-tangan aneh juga. Tangan itu dah sepaket, ya kanan ya kiri, kecuali kalo dispesifikkan jadi tangan kanan atau tangan kiri..
Kenapa dengan tangan? Secara sadar atau tidak, tangan, sudah sangat banyak membantu kita dalam kehidupan, entah dari mulai hal yang besar seperti mengerjakan suatu rancangan proyek yang rumit atau sampai hal yang kecil seperti sekedar ngucek-ngucek mata atau ngupil, hehe..
Tangan merupakan sarana kita untuk mewujudkan apa yang ada di otak dan pikiran kita. Jaras-jaras saraf motorik ke tangan, yang jalan dari otak terus lewat plexus brachialis (yang lumayan susah buat dihafal), menjalankan fungsi tangan yang tadi. Tangan kita juga bukan hanya jadi sarana untuk mentransfer dari dalam ke luar, tapi juga dari luar ke dalam. Jadi ga cuma punya fungsi motorik, tapi juga sensorik. Reseptor di kulit tangan menerima dan saraf menghantarkan impuls dari luar. Istilah mudahnya ya, ga jauh-jauh dari kalimat yang sering kita dengar, tangan itu fungsinya untuk : memberi dan menerima.
Hmm, kalau dipikir-pikir, untuk suatu hal yang physically terlihat, mudah untuk mengetahui fungsi tangan kita. Tapi untuk suatu hal yang tidak terlihat wujudnya, susah ya, dan mungkin kita nggak sadar kalau tangan kita dah begitu berjasa.
His name was Yusuf, an extraordinary boy. Hehe, jangan kaget, ini bukan flight of ideas, tapi cuma awalan buat paragraf baru yang topiknya masih nyangkut2 di atas kok. Yusuf anak yang ceria, ya selayaknya anak seumurnya yang lagi seneng2nya maen dan berteman. Tapi sebagai anak umur 10 tahun, Yusuf nggak sekolah di SD biasa seperti anak-anak lain, Yusuf is one of the special ones, dia sekolah di sekolah luar biasa. Being a Down’s syndrome child, dia memang punya banyak keterbatasan dalam aktifitasnya, terutama fungsi kognitif. Tapi ternyata kalau kita mau mengenal lebih jauh anak-anak seperti Yusuf, kita mungkin baru sadar, kalau tangan kita itu punya kemampuan yang luar biasa..
Kenapa luar biasa? Mungkin tangan Yusuf juga tidak sesempurna tangan lain untuk melakukan berbagai pekerjaan. Tapi tangan itulah yang dah menghantarkan semua perasaannya, kasih sayang, kehangatan, kejujuran, dan ketulusan seorang anak kecil, kepada sesamanya. Tangan Yusuf sangat terbuka, menggenggam tangan orang yang mengajaknya bicara, yang dengan itu, jelas secara tidak disadari, dah memberikan kesan bagi lawan bicaranya. Ya maaf bagi orang dengan kadar serotonin yang tidak mencukupi alias perasaannya tumpul, mungkin jabatan tangan itu cuma sekedar lewat saja. Jika dibayangkan secara susah, sentuhan tangan Yusuf bisa membuka reseptor-reseptor di otak yang mempengaruhi afek dan perasaan kita..
Trus kenapa dengan tangan kita? Kenapa tangan kita kadang susah untuk memberi? Setelah saya berpikir dan merenung, wuuhh.. betapa kadang jauhnya saya (mungkin kita semua kali ya..) dari yang namanya mengungkapkan ketulusan, kejujuran, dan kasih sayang dari hati. Masa-masa innocent yang sudah terlewati, dan mungkin dari berbagai perjalanan hidup yang sudah dijalani, membuat kita sulit menjadikan tangan ini, suatu sarana pengungkapan perasaan.. Bukan cuma kepada orang-orang tersayang lho, tapi juga orang lain, bahkan yang baru saja ketemu. Yah, semoga saja masih banyak Yusuf lainnya yang selalu bisa mengajarkan, bahwa tangan kita ini, haruslah memberi, dari dalam hati…
Give me your hand, i will show you sincerity, honesty, and love..
:: dya :: 21 november 2007 ::
(Penulis adalah lulusan Fakultas Kedokteran UGM dan sedang menjalani pendidikan Koasisten)